Adakah Dalil Tata Cara Sholat Hajat?

Pada artikel kali ini admin akan membahas tentang tata cara sholat hajat. Pembahasan ini sangat penting, khususnya bagi kaum muslimin yang selama ini mencari-cari panduan dan tata cara pelaksanaan sholat ini.

Perlu saya ingatkan bahwa penjelasan tata cara sholat hajat sebagaimana yang banyak diamalkan kaum muslimin pada hari ini bersumber dari hadits yang tidak bisa dipertanggungjawabkan sebagai hadits yang betul-betul bersumber dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Mengapa saya katakan demikian? Karena hadits-hadits yang menjelaskan tentang tata cara sholat hajat ada yang tingkatannya muadhu’ (Palsu) dan ada yang dho’if (lemah). Contohnya apa yang disebutkan dari hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam beliau tatkala beliau ditanya tentang tata cara sholat hajat, di mana beliau menjawab:

“(Sholat hajat itu) dua belas rakaat yang kamu kerjakan di waktu malam atau siang hari, dan kamu bertasyahhud pada setiap dua rakaat. Maka jika kamu bertasyahhud pada akhir sholatmu, maka pujilah Allah dan bershalawatlah kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, lalu bacalah dalam keadaan kamu sujud sebanyak 10 kali ‘Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli say-iin qadiir’ , kemudian ucapkanlah ‘Allahumma innii as-aluka bi ma’aa qidil ‘izzi min ‘arsyika wa muntahar rohmah min kitaabika was mikal a’zhom wa jadikal A’laa wa kalimaatikat taammah’ Kemudian mintalah hajatmu kemudian angkatlah kepalamu, kemudian bersalam ke kanan dan ke kiri…”

Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib

Hadits diriwayatkan oleh Ibnul jauzy dalam Al-Maudhu’aat (2/63) dan didalamnya terdapat seorang perawi hadits yang bernama ‘Amr bin Harun Al-Balkhy dan dia seorang pendusta. Oleh karena itulah hadits ini dihukumi palsu dan dimasukkan dalam kumpulan hadits-hadits palsu oleh Al-Imam Ibnul Jauzy Rahimahullah.

Dalil tentang Tata Cara Sholat Hajat

Selain dari hadits di atas, masih ada lagi beberapa hadits yang disandarkan kepada Nabi shallallahu Alaihi Wasallam tentang tata cara sholat hajat, tapi hadits-hadits tersebut ada yang palsu dan ada yang lemah, dimana tingkatan kelemahannya tidak bisa dikuatkan.

Kesimpulannya, tata cara sholat hajat yang banyak diamalkan oleh kaum muslimin saat ini, yaitu sholat khusus yang dinamakan sholat hajat dengan tata cara dan bacaan tertentu, tidak satupun yang betul-betul bersumber dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Sehingga kaum muslimin tidak boleh mengamalkannya. Sebab, semua amalan yang tidak ada tuntunannya maka amalan itu tertolak dan tidak akan diterima di sisi Allah.

Agar lebih meyakinkan dan lebih menenangkan perasaan untuk tidak melakukan sholat hajat dengan tata cara dan bacaan tertentu, di bawah ini akan saya nukilkan fatwa dari salah seorang ulama besar di zaman ini yang juga mufti Saudi Arabia di masa hidupnya, yaitu Asy-Syaikh Bin Baz Rahimahullah. Ketika beliau ditanya tentang hal ini, maka beliau rahimahullah menjawab :

“Dahulu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam jika beliau ditimpa suatu perkara, beliau segera melakukan sholat, sebagaimana firman Allah ‘Dan mintalah pertolongan dengan sholat dan sabar(Al-Baqaroh : 45).’ Maka jika seseorang melaksanakan sholat dan meminta pertolongan kepada Robb-nya di dalam sujudnya atau di akhir sholatnya atas sebuah hajat/keperluan yang penting baginya, maka hal itu adalah baik. Dan saya tidak mengetahui adanya hadits yang shohih tentang (sholat) yang dinamakan sholat hajat.

Oleh karena itu, jika seseorang memiliki hajat dan keperluan, sebaiknya dia melakukan sholat dua rakaat dan meminta dimudahkan hajatnya ketika dalam sujudnya (boleh berdoa di dalam sujud dengan bahasa Indonesia) atau di akhir sholatnya. Adapun sholat hajat dengan tata cara sholat hajat yang khusus, maka ini tidak ada dalilnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *